Senin, 30 April 2012

Cedera Ketek

Apa ada yang tahu maksud judul saya diatas? coba kalian pikirkan? eh gak usah deh, kayak maen tebak2an aja jadinya. Tapi terlebih dahulu saya minta maaf sebelumnya ini cerita emang asli ngarangnya, hahaha, jadi saya harap gak ada yang tersinggung ya, saya cuma mau mengungkit cerita masa lalu. Ok mari kita mulai, begini ceritanya, AUUUUUUUUUUUUUUUUUU

Pertama nya sih saya gak terlalu peduli dengan bauk yang ada di dekat saya, saya hanya berharap bauk itu berubah jadi wangi parfumnya pevita pearce yang akan berjalan menyengat menuju hidung saya sampai lari keatas menuju otak, saya berpikirnya sih gak apa lah gak bisa lihat wajahnya secara langsung yang penting bisa ngehirup wangi parfumnya, itu uda lebih dari cukup buat saya, HEHEHEHE. Seiring berjalan arah jarum jam, saya mulai gelisah dengan bauk ini, bauk ini terus menggangu konsentrasi saya apalagi saat saya menghayal pevita pearce, aduh sungguh menjengkelkan. Bauk ini berasal dari ruang kelas sekolah saya, ruang kelas yang mempunya distorsi bauk yang berbeda-beda, ada yang bauk knalpot astuti lah, ada yang bauk taik ayam lah, dan ada yang bauk semen pembangunan rumah, hahaha mungkin karena dia sampoan pakek semen kali ya, tapi saya tidak mempermasalah kan itu, karena saya sendiri pun mempunyai bauk yang lebih berbeda, yaitu bauk keringatnya David Beckham, pengaruh wajahnya yang sama kali ya, jadi bauknya pun juga sama, hehehe. Yang jadi masalah adalah bauk yang sekarang ini saya rasa, mungkin pun semua teman sekelas saya juga merasakan ini, tapi mereka pada diam semua, apa karena mereka pada bauk juga ya HEHEHEHE. Sekilas saya berpikir apa yang harus saya lakukan, ini tidak bisa didiami, kalau bauk ini didiami bisa bahaya saya rasa, saya takut bauk ini menyebabkan banyak korban yang tak berdosa, seperti anak bayi, anak ayam, dan anak-anak lainnya.
Saatnya penyelidikan, dengan gaya detektif saya mulai berjalan mengitari ruangan kelas, perlahan-lahan, dengan keadaan tenang tak terasa sudah 50 kali saya mengitari ruangan kelas, tapi bauk aneh ini sama sekali belom terditeksi oleh saya, dan tapinya lagi, bauk ini terus saja menyengat dihidung mancung saya, hehehehe. Pada saat itu saya mulai bingung, tapi saya gak akan menyerah karena menyerah bukan bagian dari diri saya. wes, asyik kali kata2 yang barusan ya, hahahha. Tanpa basa-basi lagi saya harus menggunakan cara yang sedikit gila  yaitu dengan cara mendekati semua teman saya, dan menciumi bagian badannya satu persatu. Tidak begitu banyak persiapan untuk rencana ini, saya hanya butuh beberapa kalimat seperti merayu agar mereka mau untuk diciumi badannya oleh saya, hehehehehe. Seperti kata yang berikut  ini :
1. "hay sob, kalau boleh tau merek bajumu apa sih?"
2. "hmm, tos dulu dong we",
Seperti itu lah kalimat-kalimatnya, masih ada yang lain, tapi kenapa saya mengeluarkan kalimat yang diatas sebagai contoh, karena dengan kalimat itu lah saya dapat mengetahui orangnya. Saya akan jelaskan detail cerita gimana, begini ceritanya, auuuuuuuuuuuuuuuuuu hehehehehe
"hay sel, lagi paen?", tanya saya pada seorang murid perempuan yang saya perhatiin gak terlalu banyak bicara.
"eh alfan, lagi baca buku aja, ada apa emangnya?, tumben!" sautnya dengan nada cuek
"hmmm, baca buku apa? kok kayaknya serius kali dari kamren bacanya", tanya saya lagi sekedar basa-basi
"kamu baca aja sendiri judul", jawab dia semakin cuek.
"oh itu", jawab saya, tapi saya tidak melihat buku tersebut, saya sedikit curiga dengan anak ini, karena dia berbicar seakan-akkan dia tidak mau saya untuk berbicara panjang dengannya lagi, dan membuat saya semakin curiga karena bauk nya begitu menyengat saat saya di dekatnya. Tanpa basa-basi lagi saya langsung bertanya pada perntanyaan intinya.
"eh sel, kamu tau gak merek baju sekolah sekarang yang lagi banyak di perbincangkan banyak ibu-ibu?", tanya saya dengan cuek, berharap dia akan menjawab sesuai harapan saya.
"hah, mana tau saya, itu kan bukan urusan saya, itu sih urusan mamak saya fan, lagian pertanyaan kamu aneh", jawabnya sesuai dengan harapan saya.
"oh, saya kirain kan kamu beli baju sekolah sendiri, dan ntah nya kamu tahu tentang yang begituan, hmm, saya boleh gak mgelihat merek baju mu sel? karena saya suka liad bajumu sel, bajumu itu putihnya beda", ujar saya berharap dia mengizinkan.
"beda gimana, yaudah liad lah", jawab selli sambil menunjukan kerah bajunya.
Tanpa banyak gaya saya terus menghadap belakangnya dan melihat kerah bajunya, wah ternyata benar bauknya dari dia, dan saya melihat kerah baju dan leher yang begitu hitam, sungguh bauk, sumpah saya gak tahan.
"sel, makasih ya uda ngelihatin merek bajumu, tos dulu, hehehe", ujar saya sambil mengankat tangan.
"iya iya, TOS" jawab selli
Wah disaat itu saya semakin yakin, bahwa dia lah orangnya, karena saat itu saya melihat ketek bajunya yang berwarna hijau, sungguh sangat-sangat dramatis dan sangat-sangat misteris, dengan bauk yang dapat membuat hidung teriris seakan-akan merontokkan bulu hidung sampai habis bis bis bis.
Tapi saya gak mau sampai disini, tanpa memikirkan rasa malunya si selli, saya pun langsung bertanya terus terang kepadanya.
"sel, kamu kok bauk banget sih, bauk kamu tuh beda, kalau dimasukkan ke rekor dunia, mungkin kamu orang yang bakal menang sebagai manusia terbauk sedunia, lihat tuh ketek bajumu itu sampai hijau, emang ada apa si?", tanya saya tanpa basa-basi lagi.
"hmmm, ternyata kamu menyelidiki aku ya fan, sebenarnya saya gak tahan untuk sekolah fan, saya pun gak tahu kenapa saya bisa sebauk ini, saya mandi aja sampai 5 kali loh sehari, tapi tetap aja bauk, apalagi ketek saya ini terus saja mengeluarkan air fan, macam bocor gitu jadinya, maaf ya fan, mungkin saya bakal pindah sekolah lagi deh", jawab selli panjang kali lebar.
"loh, ngapain kamu harus pindah sekolah, apa karena saya sudah tahu tentang bauk ini, tenang sel, saya gak akan bicara dengan anak lain, lagian kamu mau pindah sekolah berapa kali, kamu sudah periksa ke dokter sel?", tanya saya lagi.
"sudah, dan saya sangat sedih saat dokter memponis saya dengan nama penyakit yang hampir membuat saya hampir mau bunuh diri", jawab selli
"emang apa sel namanya?", tanya alfan semakin penasaran.
"CEDERA KETIAK fan, itu namanya", jawab selli dengan rasa malu.
"HAHAHAHAHAHAHAHA, namanya segitu dramatisnya ya sel, HAHAHAHA, CEDERA KETEK, HAHHaHAHA", ujar saya tanpa sengaja dengan tawa yang terbahak-bahak.
"tolong jangan ketawa lah fan, nntik anak yang laen curiga", cetus selli sewot
"hehehe, iya iya sory sel, gak sengaja tadi ketawaknya, terus gimana, apa dokter gak ngasih obat?", tanya saya lagi
"hmm, dia tidak terlalu banyak ngasih obat fan, cuma dia menyarankan untuk terapi ketek seminggu 3 kali, dan saya sedang menjalan kan itu fan, doain ya, semoga terapi itu berhasil", ujar selli pasrah
"iya deh pasti saya doain sel, tapi biar cepat terkabul mending kamu minta doain sama anak2 yang laen sel", ujar saya menawarkan.
"Gak usah fan, saya malu, saya gak mau yang laen tau, mau dimana muka saya nantik kalau mereka semua pada tahu", cetus selli sewot
"yaudah kalau gak mau, yang giat ya terapi keteknya, hehehe", ejek saya sambil melarikan diri karena sudah gak tahan lagi menahan bauk ketek yang sangat-sangat berlebihan.
HAHAHAHAHAAHAHA, gak terasa bauk ketek si seli pun hilang seiring berjalan nya waktu, sampai 2 bulan saya harus menahan rasa tekan karena bauk itu, tekanan yang sangat menyakitkan hidung, pikiran dan mental. Pokoknya sangat tajam lah, setajam jarum, hehehhehehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar