Jumat, 02 Desember 2011

Sakit Hati & Masa Orientasi Siswa (MOS)

Malam minggu ini tidak seperti malam minggu kemarin. Malam yang penuh kecurigaan ku terhadapnya. Dari awal nya emang banyak hal aneh yang kurasa kan padanya, tapi selalu ditutupi oleh senyumnya. Kecurigaan yang semakin parah kurasa membuat ku ingin menemui nya walau tanpa seizin nya. Risau, galau, gundah menyelimuti ku dari dingin nya malam.
"Assalammu'alaikum", diselingi ketokan pintu dirumahnya.
"waalaikum....sa... lam", jawab seorang wanita dari sudut rumah sedang bercanda dengan seorang pria.
"Jen, itu sapa?", tanya alfan, pria yang jadi tokoh utama pada cerita ini.
"eh,...... fan, kok gak bilang mau kemari" jawab jenny salah seorang cewek yang disayangi jack setelah mama nya. hehehe
"kok kamu malah nanyak gitu jen, dari awal kan aku uda ngehubungi kalau aku akan datang tapi kamu terus kasih alasan, alasan yang membuat ku curiga denganmu jen, tapi rupanya betul", ujar alfan
"betul gmna? kamu jangan berprasangka buruk gitu, aku gak suka", jawab jenny sambil membela diri.
"kamu yang membuatku berprasangka buruk dengan mu jen, dari awal aku merasa emang ada yang ganjil dengan mu jen, tapi aku buang rasa itu karena itu gak perlu, tolong lah jen jujur, beri aku alasan kenapa kamu harus bohongi aku kekgini!", cetus alfan
"dia cuma temen fan, percayalah", jawab jenny
"tapi kenapa mesti bohong sih jen? aku yakin bukan sekedar teman, masih ada yang kamu sembunyiin, sudah lah jen katakan lah, biar semua selesai, atau perlu aku tanya sendiri sama pria itu, ada hubungan apa antara kalian berdua", tanya alfan
"ok ok fan, biar aku aja yang jelasin, dia itu pacar aku fan, dia pacar pertamaku, tapi sejujurnya aku gak da maksud duain kamu fan, aku suka juga dengan mu fan, aku juga ingin lebih dekat dengan mu fan, aku bingung dengan keadaan ku ini fan, tolong ngertiin aku fan" jawab jenny
"kamu terlalu egois untuk itu jen, kamu terlalu mikirin perasaan mu aja jen, yaudah lah jen, aku pun gak akan maksain semua ini, satu pertanyaan yang terakhir jen, kamu milih sapa? aku atau dia?", tanya alfan sedikit terpaksa
"fan, itu pertanyaan bodoh yang pernah ku dengar, aku gak mungkin jawab" ujar jenny
"emng itu pertanyaan bodoh jen, tapi itu lah salah satu cara agar aku tahu kalau kamu tuh lebih sayang aku atau dia, tolong jawab pertanyaan tadi jen, aku mau ini selesai", ujar alfan
"aku gak bisa fan, itu terlalu sulit untukku", cetus jenny
"aku tanyak sekali lagi jen, kamu tuh milih siapa? aku atau dia? diam berarti kamu milih dia" tanya alfan lagi
"fan, aku gak bisa ninggalin dia tapi aku juga gak bisa ninggalin kamu, jangan paksa aku fan", jawab jenny
"paksaan ini timbulnya dari kamu jen, atau apa perlu aku kasih tau hubungan kita ini dengan pacar mu jen, agar kamu mau menjawab pertanyaan ku ini " paksa alfan
"baik lah fan, aku akan jawab, jujur aku berat kali atas jawaban ini fan, AKU MILIH DIA fan, tapi ingat satu hal fan, bahwa aku juga sayang sama kamu, aku juga inginkan ka... ", jawaban jenny terpotong
"sudah lah jen, gak perlu di ingat setelah ini, aku sudah tau apa yang harus ku lakukan sekarang terhadap mu, aku akan merelakan mu dengannya, demi kebaikan mu", ujar alfan sambil memalingkan badan untuk pulang.
"fan , fan , fan, " panggil jenny sambil berlari memeluk alfan, mungkin itu pelukan terakhirnya untuk alfan, tak lama alfan melepaskan pelukan itu seakan tak ingin melihat keadaan yang sudah tidak mungkin di pertahankan. Gerimis mengiringi tangis seorang pria diatas vespa butut kesayangannya.

Pagi menjelang, terdengar suara ayam yang menantang, tak banyak yang dilihat di depan rumah hari ini kecuali dentang dentang jemuran yang  di selimuti kain yang terbentang. Kejadian kemaren masih menyelimuti lamunanku pagi ini, lamunan yang tak dapat kuhindari, lamunan yang selalu mengahantui, pokoknya ngeri lah.
"bremmmm bremmm....." terdengar suara motor dari kejauhan,
"jack, jack kok melamun aja ko? melamunin apa sih? melamunin ibu-ibu yang sedang jemur pakaian yang di samping rumah ya? jorok ko jack, pagi-pagi uda buat dosa, he he he", tanya si hamid dengan heran, karena tak biasanya alfan atau jack begitu (jack adalah nama panggilan si alfan, biasanya panggilan jack itu panggilan yang suka di ucapkan teman-teman akrabnya, gak nyambung ya nama asli dengan nama panggilannya. hihihihihi).
"alah mid mid, pagi-pagi uda buat rusuh aja, ada apa pagi-pagi kemari? mau minjam uang lagi ya? atau mau numpang sarapan, aku lagi gak mau becanda nih, jadi tolong beri alasan kenapa ko datang kemari pagi-pagi  buta begini"
"kok jutek amad sih jack, gak sayang lagi ko ya sama aku, lagian masak ko lupa si jack? kita kan mau kemah bareng anak-anak yang laen, dan anak-anak yang baru masuk sebagai acara penutupan mos (Masa Orientasi Siswa)"
"ah macak cih" jawab jack dengan nada banci kaleng
"ye betol loh cin, masak ente lupa" jawab hamid dengan nada banci plastik. hihihihi
"kenapa pagi-pagi begini sih ko datang kerumah ku mid" tanya jack.
"kita kan mau ngumpul dulu sebelum berangkat jack, ayok lah jack, anak-anak uda pada nongol tuh di kantin sekolah, menunuggu kehadiran kita"
"kita? lo aja kale" jawab jack singkat.
"loe-gue end"sambung hamid.
"aku gak ikut lah mid, aku lagi gak enak body nih, ko kan tau mid body aku nih sensitif" cetus jack cuek.
"sok imut ko jack, jangan becanda ja lah jack, ayo go. kalo ko gak ikut aku juga gak ikut lah jack"
"yaudah kalo ko gak ikut mid, bagus lah, temeni aku disini yang lagi galau"
"GALAU? kok bisa jack? why?" tanyak hamid
"aku putus sama jenny mid, ternyata aku selingkuhannya, aku sakit mid sakit, hiks hiks" curhat jack sambil meneteskan air mata
"hah, gak sangka aku jack, aku turut berduka cita ya jack, hiks hiks" ujar hamid sambil meneteskan taik mata, hihihihihi
"kalo ko lah mid, bukan beri semangat malah ngeledekin ja, emang gak bisa ko di ajak serius dikit ja mid" omel jack
"bukan gitu brother, aku bingung harus berbuat apa, mending aku ikutan sedih aja deh" cetus hamid asal
"ngapain ko ikutan sedih mid, gak berguna juga, malah mungkin akan mengakibat kan banjir bandang yang sangat besar di kota ini" ejek jack
"sialan ko jack, yaudah daripada ko dirumah aja dengan kesedihan ko yang gak jelas itu, mending kita ikutan kemah aja yuk, sama anak-anak, lagian kita kan panitia mos jack, masak kita gak ikut, ntar sapa yang ngelawak kalo gak ko disana jack, ayok lah jack, mana tau ada yang dapat gantiin jenny disana, kan bagus jack" ujar hamid sambil merintih
"ntar aku pikir dulu ya mid" jawab jack asal
"kok pakek mikir sih jack? jangan lah, sebentar lagi mereka berangkat tuh"
"yaudah yaudah, aku siap-siap dulu ya" ujar jack
"cepetan ya"
"palingan dua hari" jawab jack asal
"serius dong jackkkkk" cetus hamid kesel.

Tepat jam 10 pagi, mentari mulai senang senang nya mengobarkan terik nya panas, tapi tak seperti 2 sohib yang sedang berada di atas sepeda motor, mereka malah sangat kegirangan, gak peduli kulit hitam yang penting selalu tampil cuek dan cool, itu lah jack dan konco-konco nya.
"Jack, ko kok kegirangan gtu sih , kayak baru sekali naek kereta ja, boleh kegirangan tapi jangan berlebihan dong, malu aku di tengokin orang-orang, ntar aku di kira bawak orang gilak" cetus hamid.
"Sialan ko mid, aku bukan kegirangan, tapi aku kepanasan, aku bingung harus mengekspresikan nya gimna, kalo aku menutupi wajah dan badan aku dari kepanasan entar orang-orang pada gak tau kalo kau lagi ngebonceng BRAD PITT, gimana nya, hehehehehe" ujar jack asal
"capek deh" ujar hamid asal
"ah, dasar cowok lemah ko mid, masak baru berapa meter bawak kereta aja uda capek, kebanyakan ko tuh" cetus jack becanda
"bukan gitu maksud aku jack" ujar hamid
"jadi gimana?" tanya jack.
"aku capek dengerin ko ngomong-ngomong gak jelas gtu" ujar hamid.
"ada aku nyuruh ko dengarin, aneh ko lah" jawab lupus cuek.
"taekkkkkkkk" cetus hamid
"dimana?, ko jorok kali mid, eek kok di kereta, ni lah yang gak kusuka dari kau, kau tuh gak bisa bedain sak kentut sama sak eek, maen asal keluar aja, haahahahahahaha" ujar lupus dengan tawa nya yang  tak terhingga.
"sialan lo pus, hiks hiks" ujar hamid sambil menangis tak tertahankan.
Tak terasa jalan demi jalan sudah dilewati, rumah demi rumah sudah di lalui, sampek sampek sekolah kami pun tak terasa sudah lewat juga. haahahahahhaa
"mid, mid, uda kelewatan sekolah kita, gmana nya ko, gilak liatin cewek aja" cetus jack kesal
"astagfirullah, sory sory jack, cewek yang di depan kita tadi cantik jack, aku terkesima liatnya, masak ko gak liad " jawab hamid
"aku liad kok, cewek itu sudah janda tuh mid, emang mau sama janda" ujar jack
"emang ko tau dari mana jack, sok tau ko" gemuruh hamid
"iya, dia tuh janda dari kakek ku, hahahha" cetus jack
"hahahaha, kurang ajar ko jack" ujar hamid
"mid, ntar kalo di tanyak, bilang aja ban kita bocor ya" ujar jack
"ok, bocor berapa lobang kita bilang jack?" tanya hamid
"bilang aja satu lobang, tapi lobangnya dapat pindah-pindah, jadi susah nyarinya saat di tempel, hahahaha" jawab jack asal
"hahahahhaha, ok ok, ko dampingi aku ya, bantuin aku ngomong jack" ajak hamid
"ah, ko pun macam mau ngomong sama siapa aja minta dampingi" cetus jack
Terdengar suara dari kejauhan.
"Jack, mid, dari mana ja sih kelen, lama kali datangnya, bukan nya ngasih kabar, terus aku telpon kok gak aktif sih jack" ujar fuad sambil menghampiri (fuad adalah salah satu sahabatnya jack juga)
"oh, sori deh ad, HP sengaja aku matiin supaya menghemat baterai, kan disana gak da aliran listrik, hehehe"jawab jack sambil tersenyum
"ah alesan ko jack, anak-anak pada nungguin kelen jack, kelen kan panitia, masak cerminkan yang gak bagus" ujar fuad
"eh, bima mana ad?" tanya jack sambil melarikan pembicaraan.
"ah gak usah lariin pembicaraan ko jack, sibima ada di kantin, lagi ngerayu adek kelas, tau lah ko si bima kan play boy di sekolah kita ini" ujar fuad
"ah ko pun ad, gak usah dibahas lagi lah soal keterlambatan aku tadi, sekali lagi aku minta maaf deh, tadi ban keretanya sih hamid bocor" ujar jack
"yaudah yaudah, ko pimpin barisan lah jack, uda jam berapa nih, aku takut jalanan macet" ujar fuad
"waduh, aku lagi bermasalah ni dengan hati ku ad, si hamid aja deh" jawab jack sambil menunjuk si hamid
"ih, gilak ko jack, baris sendiri ja si hamid gak pande apalagi jadi pemimpin barisan, buat malu, mau tarok mana mukak panitia jack" ujar fuad
"sok punya mukak ko ad?" cetus hamid asal
"hahahaha" tawak jack
"brengsek ko mid, jadi ko anggap apa mukak aku ni?" tanyak fuad
"aku kira itu pantat mu ad, hahahahahha" jawab hamid sambil berlari
"sialaaaaaaaaaaaaan ko mid" cetus fuad sambil mengejar hamid yang sedang berlari menghindarinya
"woi, sudah lah, kayak anak TK aja, yaudah aku ja yang mimpin barisan" ujar jack
Tepat jam 11 mentari masih senang senang nya mengobarkan terik nya panas, tapi berbeda dengan anak-anak mos yang sedang kegerahan, sambil menahan emosi melihat panitia yang gak punya pri kemanusiaan telah membiar kan mereka berdiri kepanasan.
"ampon kali aku liad kakak panitia yang satu ini, uda tau harinya panas, tapi tetap aja menyiksa, emang sih wajah nya manis tapi sayang kelakuannya bengis, aku kesal liad dia put" ujar salah seorang anggota mos yang bernama linda
"kalo di bilang kesal aku pun kesal juga lah, kemaren aku jumpa dia di kantin, saat jam istirahat, cueknya minta ampon, aku tegur, eh bukan balas negur, dia cuma melihat kearah aku beberapa detik terus siap itu buang muka, setidaknya senyum kan cukup ya kan lin" ujar puput temennya linda
Lagi asik-asik nya mereka menggosip, terdengar suara panitia sedang memanggil nama salah satu anggota mos.
"PUPUT, coba kedepan !!!!" panggil jack
"hah, saya!, iya iya kak" jawab puput cemas sambil berjalan mendatangi kakak kelasnya
"kamu dengerin kakak bicara gak tadi? soalnya kakak liad kamu berbicara juga disana" tanyak jack
"denger kok kak, tadi aku cuma bicara sebentar aja kok" jawab puput
"oh, kalo dengar cobak ulangi apa yang kakak bilang tadi" ujar jack
"hmmm.. hmmm" puput terdiam dan bingung
"kok diam put? lupa atau sama sekali gak dengar?" tanya jack lagi
"hmmm, dengar kok tadi kak, tapi aku uda lupa" jawab puput asal
Semua anak mos pada tertawa mendengar jawaban puput, hahahhaa.
"LUPA! parah banget sih ingatan ko put, masak baru sebentar aja sudah lupa, mending gak usah sekolah disini lah, sekolah di panti asuhan manula aja" ujar jack
Anak-anak pun kembali tertawa, hahahahhahaha. Tak tahan menahan malu, tak sengaja air mata puput pun jatuh, sambil berlari meninggalkan barisan. tapi jack tidak mau peduli melihat si puput begitu.
"ok ok, penjelasan tadi sudah jelas kan, ada yang mau di tanya lagi gak? tanya lupus pada semua anggota mos.
"gak kak" ujar semua anggota mos secara serentak
"yaudah, klo gitu siapin semua barang-barang, dan segera masuk ke bus" ujar jack
"iya kak" ujar semua anggota mos
Dan akhirnya jam sudah menunjukan jam 12 kurang 11 menit 10 detik, tapi keberangkatan belom juga di mulai, ada apa sebenarnya? baca lagi yuk.
"Jack, tolong lah ko bujuk si puput tuh, sampai sekarang belom kelar-kelar juga nangisnya, katanya dia mau pulang aja, aku takut kalo dia pulang, diculik pula dia jack, terus dijual orang, soalnya dia kan cantik jack" ujar bima
"ah, klo kau lah bim, biarin aja dia nangis, mau sampek kapan dia kekgtu aja, seharusnya dia tuh bersikap dewasa, bukan nangis-nangis gak jelas gitu, kenapa gak ko aja yang ngerayu bim, ko kan sang pujangka, eh salah maksudnya pujangga, hehehe" ujar jack
"hehehe, aku sudah berusaha merayu jack, semua jurus ku sudah ku keluarkan, aku hampir aja kehabisan tenaga jack, karna mengeluarkan semua jurusku, hehehe", ujar bima
"kayak silat aja bim, hehehe", ujar jack
"makanya, yang ku harap kan dan di harapkan panitia-panitia laen tinggal ko jack, kayak nya cuma ko yang dapat membujuknya, tolong lah jack, ni kan bukan acara kita aja, jadi jangan kekgini lah, aku pun rada aneh liad ko hari ini, gak kayak biasanya, ko kelihatan sensitif kali jack" ujar bima
"waduh, maaf kali lah bim, aku pun lagi mikir kenapa aku kekgini, maaf lah bim, aku gak da maksud kekgitu, aku hanya lagi gak enak hati ja, jadi dimna si puput?" ujar jack
"di ruangan praktik kesenian" jawab bima
"yaudah , aku kesana ya" cetus jack
"kamu bisa jack, hehehehe" cetus bima
Jack berlari meninggalkan bima menuju tempat puput merengekkan kekesalannya, kemarahannya, dan rasa sakit hati nya. Karna sebenarnya puput tuh diam-diam menyimpan rasa dengan seorang jack, dia menyukai jack pada awal pertama masuk hingga mos berlangsung.
"dek, dek puput, ni kakak yang tadi marahi kamu, kamu masih kesal ya sama kakak, kakak minta maaf deh, kakak punya coklat nih, mau?" rayu jack sambil menyodorkan coklat punya adeknya yang di culik nya dirumah sebelum berangkat.
"diam, aku gak ikut, aku mau pulang" cetus puput sambil menangis
"jangan gitu lah dek, masak adek pulang, jadi gak seru lah acaranya klo adek pulang, atau gini aja, apa yang harus kakak lakukan supaya adek mau ikut?" tanyak jack
"ok gini aja kak, aku mau ikut, tpi satu yang ku pinta" jawab puput
"bahasa mu dek, pinta warna apa? cetus jack ingin bercanda
"itu tinta, yang ku bilang pinta kakak pekak, aku serius loh kak" ujar puput
"yaudah, kakak serius, adek mau apa?" tanya jack
"aku akan ikut kalo kakak tinggal" jawab puput sadis
"maksudnya kakak gak ikut, kakak pulang kerumah aja, gitu?"ujar jack
"iya, kenapa? gak mau? yaudah gak usah, aku ja yang pulang.
"bukan dek, adek yakin dengan penawaran adek tuh?" tanya jack
"yakin, kenapa mesti enggak, gimana? cetus puput
"yaudah ok, kakak gak ikut, kamu langsung kemasin barang dan langsung naik ke bus ya" jawab jack sambil memasang wajah sedih
"iya", jawab puput singkat sambil berlari meninggalkannya
Dan jack pun menceritakan pembicaraan antara dia dan puput tadi kepada panitia-panitia laen, para panitia pun sedikit kesal dengan penawaran puput dengan jack tadi, terutama para panitia wanita.
"jack, kamu kok mau sih dengan penawaran anak itu? mending dia aja yang kita tinggal jack, dan kayak nya kurang seru deh kalo gak da kamu disana" ujar salah seorang panitia wanita yang bernama sukma, sukma juga termasuk wanita yang menyukai sosok si jack. Wah ternyata jack banyak juga ya fans nya, hhehehe
"sudah gak apa, lagian entar aku nyusul dari belakang, aku tau kok jalan kesana, pokoknya aku akan ikutlah" ujar jack dengan gaya menaikkan rambutnya
"yeah, gitu kan mantap jack" ujar para panitia dan ikut-ikutan bergaya menaikkan rambutnya seperti si jack, hahahahha
"mid, ko ikut aku ya, kita naek motor aja?", tanya jack pada salah satu sohib kentalnya
"OK, rebes bos.
Perjalan sudah di mulai, bus sekolah pun di penuhi suara-suara lantang para murid yang sedang bernyanyi riang yang diselingi dengan bunyi gendang. Jam demi jam tak terasa berlalu, tempat tujuan pun sudah ketemu saat nya kita menuju cerita lagi yuk, hehehehe
"wah, kita uda nyampek nih, yang tidur silakan bangun, yang ngorok silakan mingkem dan bangun, dan yang mimpi basah silakan mandi wajib dulu, hehehehe" canda bima
Anak-anak mos pun tertawa sambil membawa bekal keluar dari bus.
"ok, ini tempat kita berkemah, silakan letak tas sesuai tenda yang sudah kakak sediain, jangan ada yang berkeliaran disini, tempat ini lumayan berbahaya dek, mumpung hari nya masih terang, yang mau cuci muka atau buang air, di belakang tenda kira-kira 100 meter disitu ada sungai jadi kesana aja, ada yang mau di tanyak gak?" ujar bima sebagai kakak kelas.
"enggak kak" jawab anak-anak mos
Setengah jam setelah bus sampai,, kira- kira jam 5 kurang seperempat menit, sepeda motor yang di tunggangi hamid dan jack pun juga sampai.
"woi" ujar jack
"yeah, kirain gak datang ko jack, si hamid mana?", tanya fuad
"ke sungai, buang sial, eh salah maksud aku buang air, hehehe", jawab jack
"ko gak cuci mukak jack?", tanya fuad
"iya ntar lah ad, aku mau makan dulu nih, laper kali aku, tadi siang gak sempat makan", jawab jack
"emang ko bawak bontot?", tanya fuad lagi
"enggak sih, hehehe, aku minta bontot ko la ad" ujar jack
"sudah aku tebak itu jack, yaudah ko ambil jadi tas kau tuh" ujar fuad
"makasih fuad, muachh" cetus jack
"ih, jijai bajai deh" ujar fuad
"si bima mana ad?" tanya jack sambil menyuapkan nasi ke mulutnya
"lagi nyeramahi anak-anak mos" jawab fuad sambil ngences melihat jack makan, hahahha
"oh ya, kita entar tukar posisi lah ad, ko sama bima aja yang ngawasi anak-anak dan yang membuat acara api unggun, kalau aku sama hamid, yang ngawasi belakang aja" ujar jack
"loh, kok kekgtu jack? emang kenapa?" tanya fuad
"aku lagi gak enak sama si puput, entar kalo dia liad aku, malah merajuk lagi" ujar jack
"karena itunya, kirain apa, yaudah gampang tuh jack" ujar fuad
Malam pun tiba, di selingi dayu-dayu angin dan suara-suara binatang malam yang yang mencekam, terlihat dari kejauhan sinar bulan yang lumayan terang, sinar yang akan menemani sekelompok anak muda dan mudi ini sampai keesokan hari dimana bulan akan bertukar shift dengan matahari, hehehe, kayak di kantoran aja ya.
"kita kok jadi ngawasi daerah belakang sih jack, rencana awal kan kita tugas di depan dan buat api unggun?" tanya hamid
"maaf deh mid, aku ngerubah rencana kita, aku masih gak enak aja sama si puput itu, entar kalo dia liad wajah aku ada disini, aku takut dia malah merajuk lagi, maaf ya mid" ujar jack
"oalah, karena anak itu nya, aku kira ko mau minta ngawani aku jumpain mantan ko disini, hehehe", ujar hamid
"emang sapa mantan aku mid?" tanya jack sedikit heran
"kuntilanak, hahaha" jawab hamid
"sialan ko mid, jangan ngomong gitu disini lah merinding aku nih" ujar jack
"baru gitu aja merinding, kayak bencong ko jack" ujar hamid
"bencong itu kan kawannya kuntilanak mid?" cetus jack becanda
"itu sih pocong jack, aduh aku kok jadi ikutan merinding ya jack" ujar hamid
"yah, aku kira ko pemberani mid, rupanya sama aja" cetus jack
"eh gila ko jack, aku emang pemberani kok" ujar hamid
"nah, gitu lah, eh mid liad tuh di belakang ko, ada yang lompat" ujar jack menakuti hamid
"Aaaaaaaaaaakkkk" menjerit hamid sambil melompat kearah jack, dan tak sengaja hamid pun tergendong jack
"kimbek lah mid, penakut amad sih, yang lompat itu kodok bukan setan" ujar jack sambil menjatuhkan hamid dari gendongannya, hahhaa
"ah, sialan ko jack, buat sepot jantung aku aja" cetus hamid kesal
"hahahahahaha, rasain ko, makanya jangan sok tegar" cetus jack
"jack, aku buang dulu ya?" ujar jamid
"ah kau terus kabur, aku minta maaf deh mid" ujar jack
"bukan gitu jack, aku uda kebelet kali nih" cetus hamid
"yaudah, mau di kawani gak?" tawar jack
"gak usah jack, entar kalo ada kau gak keluar pulak dia" cetus hamid sambil berlari
"hahahha, yaudah, cepetan ya" jerit jack
Di sisi lain panitia dan anak-anak mos malah saling bercanda riang sambil memainkan game yang telah mereka buat.
"lin, temeni aku buang air yuk aku takut nih" ujar puput
"waduh, aku pun takut put, mending minta temeni sama kakak panitia aja deh" jawab linda
"ya ampun, kamu kok gitu sih lin, lagian kalau sama kakak kelas aku takut di intip mereka lin", rengek puput
"kan ada yang perempuan put" cetus linda
"yaudah deh" ujar puput pasrah
"kak, aku mau minta tolong nih", ujar puput
"minta tolong apa dek?" tanya bima
"aku mau buang air kak, tapi takut, aku mau minta temeni" jawab puput
"yaudah biar kak fuad aja yang ngawani" sambar fuad
"eh gilak ko ad, masak ko yang ngawani, ko kan laki-laki sedangkan si puput perempuan, biar panitia perempuan aja yang nemeni" ujar bima sok berwibawa
"ah kalau kau lah bim, aku kan cuma niat nolong" ujar fuad
"iya aku ngerti, tapi si puput entar gak tenang buang airnya, ko harus ngertiin itu lah ad" ujar bima
"iya iya, yaudah dek, kakak panggilin panitia yang perempuan dulu ya" cetus fuad
"cepetan dong kak" ujar
Ternyata panitia perempuan yang dipanggil fuad itu rupanya si sukma, wanita yang juga menyukai dan mengagumi jack.
Sambil berjalan sukma pun bertanya : "kamu ya yang namanya puput?"
"iya kak" jawab puput singkat
"oh" cetus sukma lebih singkat. hehehe
"kak, jalan ke sungai nya kok beda? tanya puput
"emang ini lah, kamu lupa ya" jawab sukma
"kayaknya bukan yang ini lah kak, soalnya aku tadi sore barusan cuci muka loh" ujar puput
"gak usah banyak cerita deh dek, mau di temeni gak nih?" cetus sukma pura-pura kesal
"iya iya kak, aku minta maaf" ujar puput sedikit curiga tapi karena sesak kebeletnya itu puput pun tidak terlalu memikirkannya
"nah, itu dia sungainya, yaudah kakak tunggu disini ya" ujar sukma
"iya kak" ujar puput singkat
Tanpa mikir banyak puput pun langsung turun dan tak sengaja kira-kira jarak 5 meter terlihat bayangan aneh.
"AAAAAAAAkkkk, apa itu?" jerit puput sambil berlari meninggalkan sungai tersebut
"haahahahaha" tawa sukma gelik
"sukma", tegur hamid mengejutkan
"astagfirullah, eh ko nya mid, ngejutin aja sih" cetus sukma
"ngapain ko disini suk?, mau ngintipin aku ya" tanya hamid
"perasaan ko mid, aku hanya mau jalan-jalan aja, cari angin", jawab sukma
"oh, jadi sapa yang jerit tadi?" tanya hamid lagi
"gak tau" jawab sukma singkat
"tapi suaranya aku dengar dari sini" ujar hamid
"aku gak tau loh mid" cetus sukma sambil meninggalkan hamid
Di sisi lain puput terus saja berlari dan sekali-kali melihat belakang, dia berlari terlihat sangat gugup dan tanpa sadar menabrak seorang pria, dan mereka berdua terjatuh, kemudian saling menatap.
"AAAAAAAAkkk" teriak puput kemudian pingsan
"put, dek puput, ini kakak, ini kakak jack, waduh pingsan pulak ni anak, bisa repot nih" ujar jack
Tanpa ragu-ragu jack pun menggendong puput menuju tenda panitia, tetapi sebelum nyampek tenda, panitia dan anak-anak mos sudah terlihat di depan jack.
"jack, ko apain si puput sampek teriak begitu" tanya bima dengan rasa curiga
"ko kok gitu sih nanyak nya bim, aku gak ada ngapa-ngapain dia, dia aja tiba-tiba lari tanpa sebab terus nabrak aku, setelah itu dia pingsan, sudah lah gak ada yang perlu ko curigai bim, aku uda keberatan nih, geser dulu sikit, kalian menggangu langkahku" jawab jack dengan gaya kerennya.
Beberapa menit berselang, jack pun sampai juga ke tenda dan meletakkan puput dengan santai walaupun sebenarnya dia itu udah ngos-ngosan, haahaha.
"jack, ini minum dulu" ujar sukma
"makasih ya sukma, tapi buatin air hangat dong untuk si puput, mungkin entar lagi dia bangun nih, oh ya, panggilin bima sama fuad juga ya suk, tolong ya sukma" ujar jack
"hmmm, iya iya jack" cetus sukma kesal karena melihat kepedulian nya jack dengan puput
Tak lama kemudian fuad datang.
"kenapa jack manggil aku sama bima?" tanya fuad
"gak apa, bima mana?" jawab jack
"masih di luar menenangkan suasana anak-anak yang laen yang ikut khawatir dan cemas" ujar fuad
"sep, gini loh ad, acara api unggun nya kan belom dimulai, kalau bisa acara api unggun nya jangan dibatalkan lah, aku mau acara api unggun nya harus ada lah ad, kalau gak ada entar gak berkesan buat anak-anak mos" ujar jack
"gini loh jack, aku pun masih bingung juga, soalnya keadaan nya masih kekgini, masih ketakutan orang itu liad si puput pingsan" ujar fuad
"nah, disini lah tugas kita, bagaimanapun keadaannya kita harus bisa menghadapinya dengan tenang, kita harus memulihkan keadaan seperti semula, entar aku nyusul lah ad, akau mau ngatasi si puput dulu" ujar jack"
"yaudah, aku akan beritahu ini sama paniti-panitia yang laen" ujar fuad
"ok sep" ujar jack.
Malam semakin larut, dayu-dayu angin pun semakin menusuk tulang melalui pori-pori, tapi semua itu hilang karena adanya hangatnya api yang dinyalakan secara klasik melalui potongan-potongan kayu yang disatukan.
"Jack, ko ngapain disini? aku cariin dimana-mana gak ada, di atas pohon gak ada, di bawah pohon apalagi, hehehhe" ujar hamid sambil berjalan menghampiri jack
"kalau kau lah mid, darimana aja ko? kok baru nimbul? ko apa gak tau si puput tuh pingsan" ujar jack
"hah, pingsan kenapa?" tanya hamid
"aku gak tau, sampai sekarang belom bangun juga nih si puput" jawab jack
"oalah, yang laen pada kemana? tanyak hamid lagi
"lagi nenangi anak-anak yang laen, mereka pada ketakutan gitu liad si puput pingsan, mending ko bantuin panitia-panitia laen aja deh sana, kalau si puput biar aku yang ngatasi" ujar jack
"ah, bilang aja ko mau berduaan kan sama si puput" ujar hamid ngelece
"eh sialan ko mid, uda pergi ko sana, ko hibur dulu anak-anak mos pakek tebak-tebakan yang pernah aku ajarin" cetus jack
"kapan ko ngajarin aku jack, kayak les privat aja  pakek diajarin, yaudah, selo ko jack, serahkan semuanya padaku, oh ya aku jumpa sukma tadi diatas sungai tempat aku buang air" ujar hamid
"ngapain dia disana?", tanya jack heran
"dia jawab sih cuma mau jalan-jalan ja jack, tapi yaudah lah, aku bantuin panitia-panitia yang laen ya jack" ujar hamid
"ok ok brother, entar kalau ada masalah kabarin ya" cetus jack
"sep" jawab hamid singkat
Selang beberapa menit hamid berjalan meninggalkan jack, puput pun mengeluarkan ciri-ciri kalau dia sudah mau sadar.
"tolong, tolong" ngigo puput tanpa sadar puput pun memeluk jack
"dek, dek, sadar, udah jangan takut ada kakak disini" ujar jack
"eh, maaf", ujar puput sambil melepaskan pelukannya
"uda siap meluknya, hehehhee" ejek jack
"maaf gak sengaja" cetus puput merasa malu
"adek kok lama kali sih pingsannya, capek juga nungguin nya" ujar jack
"siapa sih yang mau pingsan lama-lama" cetus puput
"hahhaa, iya juga ya, adek kok masih jutek aja sih sama kakak? masih ingat masalah tadi siang ya?" tanya jack
"kalau iya kenapa? kalau enggak kenapa?" cetus puput
"kalau iya berarti adek sukak sama kakak, kalau enggak berarti sukak juga, hehehe", jawab jack
"gak lucu, lagian kakak pun gak mikir apa kalau aku tadi siang itu malu dilihatin anak-anak mos yang laen", ujar puput
"tapi kan awalnya emang salah adek, yaudah kakak minta maaf ya, salaman lah dulu kita, biar enak hehehehe" ujar jack sambil menyodorkan tangannya
"hhahaha, ada ada aja lah", ujar puput sambil menjabat tangan si jack
"ini dek minum dulu air hangat ini, biar hangat badan adek, soalnya suasana nya uda mulai dingin nih" ujar
jack
"makasih ya kak" ujar puput sambil meminum air hangatnya
"nah, sekarang uda tenang kan, gabung dengan yang laen yuk" ajak jack
"jangan dulu deh kak, perasaan aku masih belom tenang nih" cetus puput
"yaudah kita disini aja, ceritain sama kakak kenapa tadi?, pasti ada sebabnya", tanya jack
"gini loh kak" puput pun menceritakan semua kejadian yang barusan dia alami
"oh, kakak ngerti sekarang, tapi yaudah gak usah kita perpanjang" ujar jack
"iya kak, gak usah di perpanjang, semuanya sudah terjadi" cetus puput
"esseh, dewasa kali ah ngomongnya, hehehe" ujar jack ngelece
"awak serius pun" cetus puput manja
"adek gak usah manggil kakak lah, manggil abang aja, risih di panggil kakak, kayak cewek aja", ujar jack
"iya kak, eh salah, iya bg, aku pun juga risih" ujar puput
"abg punya tebak-tebak kan nih dek? di jawab ya" jack mencoba mengajak bercanda
"yaudah" cetus puput
"apa bedanya pemain bola sama adek?" tanya jack
"apa ya, hmmmm, kalau pemain bola kan laki-laki sedangkan adek perempuan bg, betul kan" jawab puput dengan lugu
"ah, jawabannya asal aja, bukan itu dek, coba pikir lagi" cetus jack
"hmmmmm, gak tau bg, adek nyerah deh" ujar puput
"jawabnya, kalau pemain bola itu juara di lapangan sedangkan adek tuh juara di hati abg, hahhahaha" jawab jack melet, wek
"ah, mulai nih gombal nya?" cetus puput tersipu malu
"ada lagi nih, kenapa jeruk nipis rasanya asam dek?", tanya jack lagi
"karena manisnya ada di adek, hahahahha, tau adek kan", jawab puput
"hahahhaha, adek kok tau sih, tapi abg ada jawaban yang laen, karena kalau asem nya di adek, berarti adek gak pakek deodoran, hahhahahaha" ujar jack sambil menowel hidung puput yang sedikit mancung itu
"hahahhaha, ada ada aja lah abg ini" cetus puput
Tak terasa malam dingin itu menghilang seakan tidak mungkin lagi menghampiri dua anak manusia yang sudah saling dekat itu, suara dayu-dayu angin pun menjauh lalu meluluh oleh sengatan benih-benih rasa yang timbul dari dua anak manusia itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar